It’s Tamansari Today!


きょうはほんとうにたのしかった!!!
Yup!! I was so bored today, my mood to work on my final project was gone almost completely. And suddenly an idea come up when my driver was about to take my mother’s shoes in around Kraton. “Hm, why don’t I visit Tamansari and walk around it, it sounds so fun,” I thought. Then, I went there, to Tamansari Water Castle!

Hehehe… kurang kerjaan banget kan? Tengah hari buta, matahari panas ngenthang-ngenthang, dan sendiri pula. Geje abis! But basically I love to do this, jalan-jalan sendiri di tempat yang (menurutku) menarik, mengamati apa saja yang ada di situ, dan memikirkan segala masalahku sambil jalan. Ah… sebenernya hanya ada satu masalah kok dalam hidupku akhir-akhir ini, masalah akademik!!

Huff… setelah kemarin pra pendadaran malah dapet tugas seabrek, akhirnya aku kambuh lagi deh penyakit malesnya. Mood tiba-tiba hilang, dan tiap hari rasanya ngantuuuk… seperti diserang ribuan lalat tse-tse!!! Dan waktuku tinggal 2 minggu lagi sebelum ujian yang kemarin dinyatakan expired *sigh, sigh, sigh*.

stepping on


Oke, back to Tamansari. Yap, as you know, Tamansari is one of those famous touristic site in Yogyakarta. It’s quite a long time I didn’t visit this place since 2 years ago. And voila! This place changed a lot. Mulai dari Pasar Burung yang dipindah ke Dongkelan, dan beberapa pemugaran di sana-sini. Bagus sih, tapi feel-nya jadi beda aja. Dulu atmosfernya “reruntuhan” sedangkan sekarang lebih ke “almost finished hall”. It’s okay, soalnya dulu di mata kuliah Preservasi dan Konservasi Kawasan Kota aku dan kelompokku pernah bikin tugas rencana kawasan ini, dan sekarang mendekati persiiiis banget dengan yang kami buat di tugas.

Yang membuatku senang, kawasan ini makin lama makin tertata dan “sadar wisata”. Dulu cuma seadanya banget, sekarang terasa lebih berseni. Beberapa tembok rumah yang dulunya lusuh, sekarang meriah oleh mural motif batik dan pewayangan. Sumpah, aku sampai terperangah aja lihat ada “warna-warni” baru itu. Tapi aja juga beberapa bagian yang masih “kampung” banget, itu menambah sensasi sendiri jalan-jalan ini. Ada juga tembok-tembok lama yang warna catnya sudah memudar, malah membuatnya makin artistik. Entahlah aku berlebihan atau enggak dalam menilainya, soalnya aku yang jalan-jalan hari ini lebih banyak pake feeling sebagai “orang stress yang lagi butuh pencerahan” ketimbang sebagai “calon urban planner” (would I be an urban planner, actually?). Yang jelas, rasanya aku pengen banget membawa adikku yang cantik itu, dipakein baju yang keren, foto-fotoin dia disini, dan upload di LookBook nya. Hahahahha!

batik motif mural
Batik motif mural
wayang mural
Wayang mural, if I’m not mistaken this is Bima
love this wall scene
Love this wall scene 

public toilet
The (quite) clean public toilet

DSC00512 inspiring lampion
Nice lampion, is it KKNs made? 

miniature of tugu
Miniature of Tugu, so cute!

kampong corner
The kampong corner

pulo cemeti today
Pulo Cemeti today

jr high school couple and friends
Junior high school couple and friends hanging out here


A bit disappointment, it’s not allowed to enter the peak of Pulo Cemeti. Uhuk… padahal itu spot favoritku, bisa lihat kota dari atas, sambil ditiup angin, dan sambil sun bathing, lumayan kan tanning gratis. Tapi ya… sayangnya lagi under renovation. Aku terpaksa harus menikmati muter-muter Pulo Cemeti di bawahnya aja. And guess what view I got there?? Anak-anak SMP yang berkeliaran (entah kenapa, setiap aku kesini selalu ketemu anak SMP, dari aku semester 1 dulu sampai sekarang!) beberapa di antaranya pacaran, dan juga beberapa pasangan yang (mungkin) seumuran sama aku lagi menikmati “dunia milik berdua” di lobang-lobang jendela. Uff… Oke, that’s really not good!

“We shape our cities thereafter the city shape us”

– Churchill –


Aku sempat mikir juga, ya… inilah Jogja, kota yang banyak dijejali pelajar dari seantero Indonesia, tapi nggak punya tempat pacaran yang cozy dan beradab. Inilah salah satu yang mendorongku buat belajar planologi, membuat tempat pacaran yang cozy dan beradab. Hahaha… tapi gimana ya? Karena aku pikir itu penting, karena “ruang menciptakan budaya”. Masak sih budaya pacaran yang ingin kita ciptakan itu mojok dan ngamar? Dilemma juga sih tapinya, kalo diakomodasi, ntar jadi kaya di Italy atau Paris, kita bisa lihat pasangan kissing dimana-mana. Ada ide, temen-temen?

Oke-oke, that’s just my unnecessary thought. Perjalananku lanjut. Honestly, I’m a bit claustrophobic, aku benci tempat yang sempit, gelap, dan lembab, seperti lorong-lorong di Tamansari itu. Dan sempet males juga buat masuk sendirian, bisa freak out aku ntar. Luckily, I met again with 4 random friends I had met before, in the circle mosque. So, I joined them. Hehehe…, thanks to them, I could go out safely from the darkness *relieved*.

tamansari2
Random friends I met there: Kris, Roni, Dela, and Wisnu


Dari jalan-jalan siang ini, banyak juga yang kudapat, selain foto-foto, aku juga bisa lebih relax memikirkan masalah-masalahku, dapat banyak inspirasi, dan teman, juga sempat jadi model dadakan. Hahaha… Dan sepanjang siang di situ  aku bener-bener jadi tanned. Tapi rasanya puas, sudah lama juga aku nggak bau matahari kayak gitu. Kemarin sebenernya mau susur Selokan Mataram lagi, tapi… ya, mungkin karena mood yang mulai memudar, aku jadi males. It wasn’t exciting doing something you are bored on.


Setelah itu, aku berniat untuk ngadem. Tadinya aku kira sahabatku mau ikutan gabung. Tau-tau dia sms aku, “Where r u?”, heh? Bukannya tadi udah kubilang aku di Tamansari? *bingung*. Lalu aku bilang, “Panas banget disini, aku mau ngadem aja, enaknya kemana?”. Dan dia jawab, “Kamu di Amplaz kan? Aku di Amplaz ni…” HAHHAHAHAHHAHA!!! Ngakak berat aku. Oke, bagi kalian yang nggak tau, foodcourt di mall Ambarukmo Plaza (Amplaz) itu namanya Tamansari. Dia kira aku di TAMANSARI FOOCOURT! A big WEW, and actually I ever been in that situation before (about 3 years ago). Dasar ambigu! Then I went meeting my bestfriend in Amplaz, and laughed at him, LOUD.

Habis itu, aku nonton Step Up 3D di XXI, ditraktir temen yang ngasih kerjaan desain seragam buat tempat kerjanya. Huff, moga-moga biaya nonton nggak dipotong dari fee ya… hahaha. Tapi aku puas banget nontonnya, entertaining banget, walaupun ceritanya standar ala kompetisi dance, dan walaupun nonton 3D bikin aku ribet karena harus make kacamata dobel, untung aja hidungku muat untuk menanggung beban 2 kacamata itu. Hihihi…

After all, hariku hari ini menyenangkan. Though my mood still doesn’t back entirely, but it was really refreshed my mind. Thank God, you give me this day!

Self talking, “Get back to work on your TA!!!”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s